
Chapter 196 — Nakṣatra-vratāni (Observances of the Lunar Mansions)
Dewa Agni mengajarkan Resi Vasiṣṭha tata cara Nakṣatra-vrata, dimulai pada bulan Caitra dengan pemanggilan Nakṣatra-Puruṣa. Hari (Viṣṇu) dipuja dengan memetakan nakṣatra pada tubuh kosmis secara berurutan—kaki, betis, lutut, paha, alat kelamin, pinggul, sisi tubuh, perut, dada, punggung, lengan, jari, kuku, tenggorokan, telinga, mulut, gigi, hidung, mata, dan dahi—sehingga waktu langit menjadi tatanan ritual yang berwujud. Pada Citrā/Ārdrā dan akhir tahun ada pemujaan khusus; arca Hari dari emas dipasang dalam periuk berisi gula aren, sementara jenis daksina berbeda menurut resensi naskah. Lalu dijelaskan Śāmbhavāyanīya-vrata berpusat pada Kārttika dan Kṛttikā, memakai nama-nama Keśava atau mantra Acyuta, dengan persembahan makanan menurut bulan, penyucian pañcagavya, serta definisi ajaran yang membedakan naivedya dari nirmālya setelah visarjana. Doa penutup memohon lenyapnya dosa, bertambahnya kebajikan, kemakmuran tak berkurang, dan kelangsungan garis keturunan; tujuh tahun pelaksanaan memberi bhukti dan mukti. Agni kemudian memperkenalkan Ananta-vrata (Mārgaśīrṣa/Mṛgaśīrṣa): makan malam tanpa minyak, jadwal homa empat bulan, pahala tanpa akhir, dan teladan kelahiran Māndhātā melalui kaul ini.
No shlokas available for this adhyaya yet.
It is Viṣṇu envisioned as the cosmic person constituted by the lunar mansions; worship is performed by assigning specific nakṣatras to specific limbs, making the body a ritual map of the nakṣatra cycle.
A substance is termed naivedya only until the moment of visarjana (ritual dismissal); once Jagannātha is dismissed, it immediately becomes nirmālya (the remnant of the offering).
On the Kārttika day when Kṛttikā prevails, the practitioner invokes Acyuta (via Keśava-names or a simple Acyuta salutation), offers prescribed foods across months, maintains purity via pañcagavya, and seeks both enjoyment and liberation.
It is said to generate an endless accumulation of merit, to recur as the ‘gift Ananta’ even in another birth, and to yield imperishable (akṣaya) attainment of desired aims.