Adhyaya 187
Vrata & Dharma-shastraAdhyaya 1870

Adhyaya 187

Ekādaśī-vrata (Observance of Ekādaśī)

Segera setelah bagian vrata Daśamī, Dewa Agni mengajarkan Ekādaśī-vrata, menegaskan puasa sebagai teknologi rohani yang terukur, memberi bhukti (kesejahteraan) dan mukti (pembebasan). Disiplin dimulai pada Daśamī dengan pola makan teratur serta pantang daging dan hubungan seksual, agar tubuh-batin siap menyambut Ekādaśī. Pada Ekādaśī, makan dilarang di paruh terang maupun paruh gelap; terutama saat Ekādaśī bertumpang tindih dengan Dvādaśī, kehadiran Hari diyakini menguat dan waktu pāraṇa (berbuka) menjadi penentu. Bab ini menyebut pāraṇa dapat dilakukan pada Trayodaśī dalam syarat pecahan tithi tertentu, dengan pahala setara seratus yajña Weda, serta memperingatkan agar Ekādaśī yang bercampur Daśamī tidak diobservasi karena berbuah buruk. Vrata dibingkai dengan saṅkalpa penuh bhakti, berlindung pada Acyuta bermata teratai. Kombinasi nakṣatra yang mujur—Puṣya pada Ekādaśī paruh terang dan Śravaṇa bersama Ekādaśī/Dvādaśī (Vijayā tithi)—ditonjolkan; Phālguna-Puṣya Vijayā menjanjikan pahala berlipat krore bila madu dan daging dihindari. Puncaknya adalah Viṣṇu-pūjā sebagai upakāra menyeluruh, menganugerahkan kemakmuran, keturunan, dan kehormatan di Viṣṇu-loka.

Shlokas

No shlokas available for this adhyaya yet.

Frequently Asked Questions

One should eat in a regulated manner and abstain from meat and sexual intercourse, establishing bodily restraint as the precondition for a valid Ekādaśī fast.

By combining ethical restraint, precise calendrical discipline (tithi/nakṣatra rules), and Viṣṇu-bhakti through pūjā and śaraṇāgati, the vrata is taught as karma-purification that yields prosperity and social stability while directing the devotee toward liberation and Viṣṇu-loka.