
Tṛtīyā-vratāni (Vows for the Third Lunar Day): Lalitā Tṛtīyā, Mūla-Gaurī Vrata, and Saubhāgya Observances
Bhagawan Agni beralih dari vrata Dvitīyā menuju vrata Tṛtīyā, dan menegaskan bahwa semuanya menganugerahkan bhukti (kenikmatan duniawi) sekaligus mukti (pembebasan). Pada Caitra śukla tṛtīyā dijelaskan Mūla-Gaurī Vrata untuk mengenang pernikahan Gaurī dengan Hara (Śiva): dimulai dengan penyucian melalui mandi wijen, lalu pemujaan bersama Śambhu beserta Gaurī dengan persembahan mujur seperti “buah keemasan”. Inti bab memaparkan mantra-nyāsa/penempatan mantra pada anggota tubuh—dari kaki hingga kepala—dengan penetapan nama dan śakti ilahi pada pergelangan, betis, lutut, pinggang, perut, dada, tenggorokan, tangan, wajah, alis, rambut, dan lain-lain, sehingga teologi Śiva-Śakti dihayati sebagai pemujaan yang berwujud. Ditetapkan bunga, wewangian, urutan persembahan menurut bulan, dan penutup berupa dāna: menghormati pasangan brāhmaṇa, memberi paket-paket barang, serta hadiah besar berupa arca emas Umā–Maheśvara beserta sapi. Disebut pula waktu alternatif (Vaiśākha, Bhādrapada/Nābhasya, Mārgaśīrṣa) dan prosedur kedua dengan pemujaan berulang termasuk japa Mṛtyuñjaya. Terakhir, Agni memperkenalkan Saubhāgya-vrata (terutama pantang garam sejak Phālguna tṛtīyā) serta rangkaian wujud Dewi pada berbagai tṛtīyā, dengan hasil saubhāgya dan surga.
No shlokas available for this adhyaya yet.
The chapter primarily teaches Tṛtīyā-vratas, especially Lalitā Tṛtīyā and the Mūla-Gaurī vrata, including a detailed mantra-nyāsa and concluding dāna; it also introduces the Saubhāgya-vrata for marital prosperity.
By embedding limb-wise mantra-nyāsa (a technical ritual technology) within Śiva–Śakti worship and ethical-social duties (honoring a brāhmaṇa couple and dāna), the chapter frames embodied discipline and generosity as means toward both prosperity (bhukti) and liberation (mukti).
Caitra śukla tṛtīyā is highlighted for Lalitā/Mūla-Gaurī; alternative performance months include Vaiśākha, Bhādrapada (Nābhasya), and Mārgaśīrṣa, with additional mentions of Māgha and Bhādra for Tṛtīyā-vrata practice.