Adhyaya 176
Vrata & Dharma-shastraAdhyaya 1760

Adhyaya 176

Pratipadā-vratāni (Vows Observed on the Lunar First Day)

Dewa Agni memulai pemaparan terstruktur tentang vrata yang berlandaskan Pratipadā, menegaskan tithi pertama bulan lunar sebagai gerbang suci untuk disiplin sepanjang tahun. Ia menyebut Pratipadā pada Kārttika, Āśvayuja, dan Caitra sebagai tithi milik Brahmā, sehingga waktu kalender diikat pada fokus devatā tertentu. Bab ini lalu menguraikan “teknologi” vrata: aturan puasa (pantang makanan berkepanjangan dan pola makan terukur), japa mantra “Oṃ tat sat brahmaṇe namaḥ” bersama Gāyatrī, serta visualisasi Brahmā—berwarna keemasan, berambut gimbal, memegang akṣamālā dan sendok-srūva, dengan kamaṇḍalu. Dāna dipadukan sebagai keluaran etis yang terukur—sedekah susu sesuai kemampuan—dengan buah: penyucian, kenikmatan surga, dan kemakmuran duniawi bagi seorang brāhmaṇa. Alur kedua memperkenalkan Dhanya-vrata pada Mārgaśīrṣa dengan disiplin nakta dan homa, dilanjutkan pemujaan Agni selama setahun dan puncaknya pemberian seekor sapi kapilā (cokelat kekuningan). Bab ditutup dengan penyebutan Śikhī-vrata dan buahnya: pencapaian keadaan/kediaman Vaiśvānara, mengaitkan praktik vrata dengan bhukti (kesejahteraan) dan tujuan rohani yang lebih tinggi.

Shlokas

No shlokas available for this adhyaya yet.

Frequently Asked Questions

Kārttika, Āśvayuja, and Caitra are identified as months where Pratipadā is regarded as Brahmā’s tithi.

The chapter prescribes the mantra “Oṃ tat sat brahmaṇe namaḥ” together with Gāyatrī, maintained as a year-long observance.

Brahmā is described as golden and matted-haired, with akṣamālā and a ladle (śruva) in the right hand, and a sacrificial ladle (śruc) and kamaṇḍalu in the left, with a long tuft/brush-like emblem (lambakūrca).

Milk is to be donated according to capacity with the resolve “May Brahmā be pleased,” yielding purification, heavenly enjoyment, and wealth on earth (for a brāhmaṇa). The Dhanya/Agni-oriented year observance culminates in gifting a kapilā (tawny) cow.

By mapping time-discipline (tithi), mantra, and dāna into repeatable observances culminating in destinations like Vaiśvānara pada, it frames vrata as a sādhana that integrates ethical action and higher spiritual attainment (bhukti-mukti samanvaya).