
Saṅgrāma-Vijaya-Pūjā (सङ्ग्रमविजयपूजा) — Rapid Worship and Sūrya-Mantra for Victory
Dalam adhyaya ini, Īśvara mengajarkan liturgi singkat untuk kemenangan perang dengan Sūrya sebagai pemberi saṅgrāma-jaya. Ritus diawali dengan nyāsa melalui mantra ṣaḍaṅga Sūrya guna menegakkan perlindungan, daya-tejas, dan kesempurnaan upacara. Selanjutnya dipuja himpunan keutamaan berunsur delapan yang bermula dari Dharma—dharma, jñāna, vairāgya, aiśvarya, dan lainnya—sebagai syarat batin bagi kemenangan lahir. Praktisi membangun visualisasi maṇḍala Sūrya–Candra–Agni laksana putik dan serabut teratai, diisi śakti bernama Dīptā, Sūkṣmā, Jayā, Bhadrā, Vibhūti, Vimalā, dan seterusnya, serta prinsip sattva–rajas–tamas dan prakṛti–puruṣa. Pemujaan berpuncak pada kontemplasi tiga serangkai: diri, diri batin, dan Diri Tertinggi, dijaga delapan dvārapāla, lalu dimeteraikan dengan persembahan, japa, dan homa—memberi kemenangan pada awal pertempuran dan dalam usaha penentu lainnya.
No shlokas available for this adhyaya yet.
A Sūrya-centered saṅgrāma-vijaya liturgy using ṣaḍaṅga mantras, mandala visualization (Sun–Moon–Fire), śakti invocations, and concluding japa-homa with offerings to stabilize victory at the beginning of battle.
It begins worship by invoking an eightfold excellence-set starting with Dharma and culminates in ātman–antarātman–paramātman contemplation, framing victory as the fruit of disciplined alignment with cosmic and ethical order.
Sūrya is worshiped in fierce forms—Caṇḍa and Pracaṇḍa—supported by fragrant offerings, mantra-recitation, and fire oblations to generate decisive success.