Adhyaya 146
Jyotisha & YuddhajayarnavaAdhyaya 1460

Adhyaya 146

Chapter 146 — Aṣṭāṣṭaka Devī-s (अष्टाष्टकदेव्यः)

Dalam adhyaya ini, Agni (sebagai suara Īśvara) memperkenalkan Trikhaṇḍī—Brahmā, Viṣṇu, dan Maheśvarī—sebagai susunan mantra yang terikat pada ‘Hati’ (hṛdaya) rahasia para Mātṛkā. Para Ibu-Śakti digambarkan sebagai daya operatif: menggenapkan tujuan, tak lapuk, bergerak tanpa rintangan, serta menimbulkan penaklukan, pengusiran, dan pencabutan akar—terutama untuk memutus ritus permusuhan dan meraih siddhi. Dipaparkan unit-unit mantra berakhir “vicce svāhā”, beserta varian naskah, hitungan pada/padakata, dan penempatannya dalam korpus mantra yang lebih besar. Lalu ditetapkan japa dan pemujaan dengan lima batas praṇava serta penyisipan Kubjikā-hṛdaya pada pertemuan kata (pada-sandhi), diikuti aturan penempatan fonetik (“tengah dari tiga”), rumus Śikhā-Śivā/Bhairava, dan set bīja tiga suku kata dengan/ tanpa benih yang diselaraskan dengan urutan 32 aksara. Bagian akhir mengatalogkan nama-nama Dewi menurut kula: Brāhmaṇī, Māheśvarī, Kaumārī, Vaiṣṇavī, Vārāhī, Aindrī, Cāmuṇḍā, Mahālakṣmī, menekankan pemujaan maṇḍala demi jaya (kemenangan) dalam corak Yuddhajayārṇava.

Shlokas

No shlokas available for this adhyaya yet.

Frequently Asked Questions

A Trikhaṇḍī mantra-framework tied to the secret Mātṛkā-hṛdaya, with prescribed japa/worship, pada-sandhi insertion of Kubjikā-hṛdaya, and phonetic (varṇa) arrangements supporting maṇḍala-based victory rites.

It repeatedly frames the Mothers’ powers as operative for jaya: uprooting obstacles/enemies, cutting hostile rites (para-karma), and prescribing maṇḍala worship of specific kula-born goddess groups explicitly “for victory.”

Because mantra efficacy and transmission depend on exact phonetic forms; the chapter preserves variant endings and syllable-forms to document recensional differences while still maintaining counting schemes (pada totals; inclusion within larger mantra sets).