Adhyaya 145
Jyotisha & YuddhajayarnavaAdhyaya 1450

Adhyaya 145

Chapter 145: Mālinīnānāmantrāḥ (The Various Mantras of Mālinī)

Dalam adhyaya ini, Īśvara memperkenalkan program ritual-mantra yang disiplin berpusat pada Mālinī, yang secara tegas didahului oleh ṣoḍhā-nyāsa (penempatan enam-lapis). Nyāsa dijelaskan sebagai sistem tiga serangkai—Śākta, Śāmbhava, dan Yāmala—yang mengaitkan struktur fonem (śabda-rāśi), teori tattva (tiga prinsip), dan penempatan pada tubuh. Lalu disebutkan pembagian metrum/mantra: Vanamālā berdua belas suku kata; Ratnapañcātmā lima unit; Navātmā sembilan unit; serta rincian khas Śākta seperti bentuk tri-vidyā dengan enam belas pratirūpa (ditandai jha), adhor-aṣṭaka, dan susunan dvādaśāṅga. Bīja dan mantra-senjata berpuncak pada rumus yang manjur bagi semua sādhaka: “krīṃ hrauṃ klīṃ śrīṃ krūṃ phaṭ” (phaṭ tiga kali). Setelah itu hadir pemetaan tubuh yang panjang: suku kata serta śakti/dewa ditempatkan pada kepala, mata, telinga, mulut, gigi, tenggorokan, bahu, lengan, jari, pinggul, pusar, hati, paha, lutut, betis, kaki, dan juga jaringan halus—darah, daging, tulang, sumsum, semen, prāṇa, kośa. Penutupnya menegaskan klaim soteriologis-ritual: pemujaan Rudra-Śakti yang diberdayakan bīja Hrīṃ menganugerahkan pencapaian menyeluruh, menampilkan perpaduan teknologi ritual praktis dengan tujuan dharma dan spiritual khas Agni Purāṇa.

Shlokas

No shlokas available for this adhyaya yet.

Frequently Asked Questions

A formal taxonomy of nyāsa (Śākta–Śāmbhava–Yāmala) culminating in ṣoḍhā-nyāsa, plus a highly granular syllable-to-deity-to-body mapping (aṅga/śarīra and dhātu/kośa correspondences) used for protection and efficacy.

It treats embodied mantra-installation as sādhana: phoneme (śabda), principle (tattva), and body (aṅga/dhātu) are unified so that worldly aims (protection, victory, accomplishment) are pursued within a consecrated discipline oriented toward dharma and ultimately supported by Rudra-Śakti worship with the Hrīṃ bīja.