Adhyaya 121
Jyotisha & YuddhajayarnavaAdhyaya 1210

Adhyaya 121

अध्याय १२१ — ज्योतिःशास्त्रम् (Jyotiḥśāstra / Astral Science)

Dewa Agni membuka Jyotiḥśāstra sebagai ilmu penimbang untuk menilai hasil baik dan buruk, disajikan sebagai sari ringkas dari pengetahuan luas. Bab ini berfungsi sebagai pedoman muhurta: mengatur kecocokan pernikahan lewat relasi nakṣatra (menghindari doṣa ṣaṭkāṣṭaka), melarang persatuan pada pertukaran dan keadaan “terbakar/terbenam” tertentu (terutama kondisi Guru–Śukra), serta menetapkan masa pantang saat Jupiter retrograd atau bergerak sangat cepat. Aturan waktu diperluas untuk saṃskāra (puṃsavana, annaprāśana, cūḍā/karṇavedha, ritus terkait upanayana), pengobatan, mandi pelepas penyakit, dan niaga (membeli vs menjual menurut nakṣatra). Lapisan berikutnya memasukkan teknologi mantra dan aplikasi mirip yantra—sampuṭa Śrīṃ–Hrīṃ, stambhana, mṛtyu-nivāraṇa—yang dipadukan dengan kerangka muhurta. Bab ini juga memaparkan diagnosis astrologi: hasil berdasarkan bhāva, klasifikasi navatārā-bala/tārā-bala, kombinasi Tripuṣkara, pertanda saṅkrānti melalui karaṇa, ajaran pahala gerhana, dan akhirnya durasi daśā planet. Sepanjang bab, penentuan waktu ditegaskan sebagai alat dharma bagi keberhasilan ritus, kestabilan sosial, kemakmuran, dan perlindungan.

Shlokas

No shlokas available for this adhyaya yet.

Frequently Asked Questions

It codifies electional rules (muhūrta) using tithi–vāra–nakṣatra–rāśi and planetary conditions (e.g., ṣaṭkāṣṭaka incompatibility; Jupiter’s vakra/aticāra bans; combust Jupiter–Venus cautions), and it systematizes tārā-bala (Janma through Paramamitra) for judging suitability.

By treating timing, purity, and corrective rites as dharma-governed disciplines, it makes worldly actions (marriage, saṃskāras, building, trade, warfare-preparation) instruments of right order; correct performance generates merit and steadiness of mind, supporting the broader puruṣārtha trajectory toward mokṣa.

Vivāha (marriage), karṇavedha (ear-piercing), puṃsavana (prenatal rite), annaprāśana (first feeding), cūḍākaraṇa (tonsure), makhalā-bandhana (girdle rite), and samāvartana (graduation/return-from-studentship) are each assigned favorable and avoidable tithis, weekdays, and nakṣatras.

Yes—procedures using Śrīṃ–Hrīṃ sampuṭa on an eight-petalled diagram, stambhana (immobilization) rites with “oṃ hūṃ saḥ,” and mṛtyu-nivāraṇa (warding off death) charms written on bhūrja/cloth with specified substances are integrated into the timing framework.