Adhyaya 212
Dana-mahatmyaAdhyaya 2120

Adhyaya 212

Meru-dānāni (Meru-Donations) — Kāmya-dāna, Month-wise Offerings, and the Twelvefold Meru Rite

Dewa Agni beralih dari daftar sedekah pada bab sebelumnya menuju uraian terstruktur tentang kāmya-dāna, yakni derma nazar yang memberi tujuan tertentu, berlandaskan pemujaan bulanan yang berkesinambungan dan berpuncak pada upacara agung akhir tahun. Ia menjelaskan persembahan menurut bulan (sebagian berupa arca dari adonan) beserta buahnya, lalu memperkenalkan inti Meru-vrata: Meru-dāna dua belas macam pada bulan Kārttika yang menjanjikan bhukti dan mukti. Bab ini menjadi pedoman arsitektur-ritual: Meru dibangun dengan ukuran bertingkat dan bahan mulia, ditegakkan dalam diagram teratai dengan Brahmā–Viṣṇu–Īśa di porosnya, dikelilingi gunung-gunung bernama menurut arah. Agni menetapkan tata cara pemberian (mantra, penyebutan gotra, menjauhi tipu daya harta), waktu mujur (saṅkrānti, ayana, gerhana), serta ragam Meru (emas, perak, kuda, sapi, kain, ghee, biji-bijian, wijen, khaṇḍa-meru). Penutupnya berupa pujian yang menyamakan Meru dengan wujud Viṣṇu dan nivedana bhakti demi kemurnian, peninggian garis keturunan, alam surgawi, dan akhirnya mendekat kepada Hari.

Shlokas

No shlokas available for this adhyaya yet.

Frequently Asked Questions

Regular monthly worship → year-end grand worship → Kārttika Meru-vrata with bathing/fasting → worship of Viṣṇu (or Śiva) → mantra-guided gifting of a constructed Meru to a brāhmaṇa (often gotra-addressed) → dedication (nivedana) for bhukti and mukti.

Ratna-meru (jeweled), Hema/Svarṇa-meru (gold), Rāupya-meru (silver), Hasti-meru (elephant-form), Aśva-meru (horses), Go-meru (cows), Vastra-meru (cloth), Ājya-parvata (ghee mountain), Dhānya-meru (grain), Tila-meru (sesame), and Khaṇḍa-meru (symbolic/segmented Meru).

It frames giving as a mokṣa-supporting discipline: purity through non-deceit, devotion-centered worship, cosmological visualization (Meru as Viṣṇu-form), lineage uplift, and final orientation toward Hari/Viṣṇuloka—thus integrating merit, devotion, and liberation.

Graded measurement logic (highest/middle/lower), prescribed weights (palas, khāras, prastha), construction rules (three peaks with Brahmā–Viṣṇu–Maheśvara), directional mountain placement, and calendrical triggers (Kārttika, saṅkrānti, ayana, grahaṇa).