
Chandaḥ-sāra (छन्दःसारः) — Essence of Metres (Prosody), Chapter 329
Dewa Agni melanjutkan ajaran Chandaḥ-sāra dengan menetapkan pāda sebagai unit dasar pembentuk chandas, serta menjelaskan bagaimana penyempurnaan metrum (āpada-pūraṇa) diatur melalui taksonomi suci. Ia memberi korespondensi dewa bagi sisipan suku kata menurut jenis metrum: Gāyatrī—Vasu, Jagatī—Āditya, Virāj—para Penjuru. Lalu diuraikan kemungkinan struktur utama: metrum berpāda satu hingga empat, pengecualian berpāda tiga, dan jumlah suku kata yang bervariasi (termasuk pāda tujuh suku kata). Bab ini meninjau metrum bernama dan subjenisnya—Nīvṛt, Nāgī, Vārāhī; Uṣṇik, Paroṣṇik, Anuṣṭubh; Mahāvṛhatī; serta Bhaṇḍila sebagai jenis Paṅkti—beserta penempatan komposisi (susunan vṛhatī depan/tengah/atas; sisipan ‘navakā’ menurut arah). Agni mengaitkan prosodi dengan kosmologi melalui dewa, nada musik (dari ṣaḍja), warna bunyi (varṇa), bahkan penamaan gotra. Di akhir, ia memberi kaidah diagnosis kekurangan/kelebihan suku kata (avarāṭ/adhika) dan cara menuntaskan keraguan lewat pembacaan urutan pāda dan devatā.
No shlokas available for this adhyaya yet.
It emphasizes metre-identification and correction: the pāda as the core unit, rules for completing deficient pādas (āpada-pūraṇa), and diagnostic categories for deficiency/excess (avarāṭ/adhika), alongside structured classifications of major metres (Gāyatrī, Uṣṇik, Anuṣṭubh, Triṣṭubh, Jagatī, Vṛhatī).
By sacralizing measurement: metres are linked to deities, directions, notes, and qualities, so correct prosody becomes a disciplined alignment with ṛta/dharma—training attention, speech, and ritual-literary precision as supports for devotion and inner order.